
Cara mencuci karpet bersih tuntas beragam jenis
August 9, 2025
Cara menghilangkan rayap di lantai secara tuntas
August 10, 2025Cara mengusir cicak dalam Islam seringkali menjadi pertanyaan bagi umat Muslim yang ingin menjaga kebersihan rumah tanpa melanggar prinsip agama. Keberadaan cicak di lingkungan tempat tinggal memang bisa menimbulkan rasa kurang nyaman, namun pendekatan untuk mengatasinya perlu selaras dengan tuntunan syariat. Diskusi ini akan membuka wawasan mengenai bagaimana Islam memandang hewan kecil ini dan cara-cara etis untuk mengelolanya, memastikan setiap tindakan yang diambil selaras dengan ajaran agama.
Pembahasan ini tidak hanya akan mengulas dalil-dalil syar’i yang menjadi landasan pandangan Islam terhadap cicak, tetapi juga akan memaparkan berbagai metode pengusiran yang etis dan sesuai ajaran. Selain itu, aspek pencegahan melalui penerapan kebersihan lingkungan yang Islami akan menjadi fokus utama, memastikan solusi yang holistik dan berkelanjutan untuk rumah yang nyaman serta berkah bagi penghuninya.
Dalil dan Pandangan Islam Mengenai Cicak

Dalam khazanah ajaran Islam, setiap makhluk ciptaan Allah SWT memiliki tempat dan pandangan tersendiri, termasuk hewan-hewan yang sering kita jumpai di sekitar. Cicak, atau dalam bahasa Arab dikenal sebagaiwazagh*, adalah salah satu hewan yang mendapat perhatian khusus dalam beberapa dalil syar’i. Keberadaannya seringkali memicu pertanyaan tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim menyikapi hewan melata ini, baik dari segi hukum maupun hikmah di baliknya.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam pandangan Islam terhadap cicak, lengkap dengan dalil dan hikmah yang menyertainya.
Kedudukan Cicak dalam Teks-Teks Syar’i
Islam, sebagai agama yang sempurna, memberikan petunjuk dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bagaimana berinteraksi dengan lingkungan dan makhluk di dalamnya. Mengenai cicak, ada beberapa dalil dari hadis Nabi Muhammad SAW yang memberikan gambaran jelas tentang kedudukannya. Pandangan ini seringkali mengaitkan cicak dengan hal-hal yang kurang baik atau bahkan berbahaya, sehingga ada anjuran untuk menyingkirkannya.Berikut adalah beberapa poin penting mengenai kedudukan cicak dalam ajaran Islam:
- Anjuran untuk Membunuh Cicak: Beberapa hadis secara eksplisit menganjurkan umat Muslim untuk membunuh cicak, bahkan menjanjikan pahala bagi yang melakukannya. Hal ini menunjukkan bahwa cicak bukanlah hewan yang dianjurkan untuk dipelihara atau dibiarkan begitu saja.
- Cicak sebagai Hewan Pengganggu: Dalam beberapa riwayat, cicak disebut sebagai
-fuwaisiqah*, yang berarti hewan kecil pengganggu atau fasik. Penamaan ini mengindikasikan bahwa cicak memiliki sifat-sifat yang tidak disukai atau merugikan. - Keterkaitan dengan Penyakit: Secara ilmiah, cicak diketahui dapat membawa bakteri dan kuman penyakit yang berpotensi menular ke manusia, terutama melalui kotoran atau sentuhan langsung pada makanan. Pandangan Islam yang menganjurkan penyingkirannya bisa jadi juga selaras dengan prinsip menjaga kebersihan dan kesehatan.
Salah satu hadis yang paling sering dikutip adalah:
Dari Ummu Syarik radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau bersabda: “Dahulu cicak itu meniup (api) untuk Ibrahim.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi dasar utama pandangan Islam terhadap cicak, di mana tindakan cicak yang ‘membantu’ api Nabi Ibrahim AS dianggap sebagai perbuatan yang tidak baik, sehingga ada anjuran untuk menyingkirkannya.
Hikmah di Balik Anjuran Penanganan Cicak
Setiap syariat yang Allah turunkan melalui Nabi-Nya pasti mengandung hikmah dan kebaikan bagi umat manusia, baik yang terlihat jelas maupun yang tersembunyi. Anjuran untuk membunuh atau menyingkirkan cicak juga memiliki beberapa hikmah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Hikmah ini mencakup aspek kebersihan, kesehatan, dan juga pengingat akan kisah-kisah para nabi.Beberapa hikmah di balik anjuran penanganan cicak meliputi:
- Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan: Cicak seringkali ditemukan di tempat-tempat yang kotor atau lembap. Kotorannya dapat mencemari makanan dan minuman, serta berpotensi menyebarkan bakteri atau virus. Dengan menyingkirkan cicak, umat Muslim diajarkan untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, yang merupakan bagian penting dari iman.
- Mencegah Penularan Penyakit: Seperti yang disebutkan, cicak dapat menjadi vektor berbagai penyakit. Anjuran untuk menyingkirkannya selaras dengan prinsip Islam dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga dari bahaya penyakit.
- Pengingat Kisah Nabi Ibrahim AS: Kisah cicak yang ‘meniup’ api untuk Nabi Ibrahim AS adalah pengingat akan ujian besar yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim dan bagaimana Allah melindunginya. Anjuran ini menjadi simbol penolakan terhadap segala bentuk kejahatan atau dukungan terhadap kezaliman, meskipun dari makhluk kecil.
- Mendidik Kepekaan Terhadap Hal Buruk: Dengan adanya anjuran ini, umat Muslim diajarkan untuk peka terhadap hal-hal yang berpotensi membawa keburukan atau bahaya, sekecil apapun itu. Ini melatih kewaspadaan dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan sekitar.
Ilustrasi Kisah Sejarah Cicak dalam Narasi Islam
Mari kita bayangkan sebuah adegan yang terinspirasi dari narasi Islam mengenai Nabi Ibrahim AS dan api, di mana cicak memainkan peran yang unik. Gambaran visual ini terbentang di tengah gurun pasir yang luas, di bawah langit senja yang memancarkan warna jingga kemerahan, perlahan berubah menjadi biru gelap dengan bintang-bintang yang mulai tampak. Di tengah lanskap gersang ini, sebuah tumpukan kayu bakar raksasa menjulang tinggi, di dalamnya api berkobar dengan dahsyat, memuntahkan lidah-lidah api yang menari-nari dan asap tebal yang membumbung ke angkasa.
Panasnya terasa bahkan dari kejauhan, menciptakan fatamorgana di udara.Di tengah kobaran api yang mengerikan itu, berdiri tegak Nabi Ibrahim AS, tubuhnya diselimuti cahaya keimanan yang menenangkan. Wajahnya memancarkan ketenangan luar biasa, bibirnya sedikit tersenyum dalam tawakal penuh kepada Allah, seolah-olah api yang membakar hebat di sekelilingnya tidak sedikit pun menyentuhnya. Pakaiannya tampak bersih dan utuh, sebuah mukjizat yang nyata di tengah kemarahan api.Namun, di sekitar kaki tumpukan kayu bakar, di antara bara api yang memerah dan kerikil panas, terlihatlah sekelompok cicak kecil bergerak lincah.
Dengan gerakan cepat dan mata yang tampak berbinar, mereka seolah-olah sibuk mengipasi api dengan ekor atau gerakan tubuh mereka yang gesit, berusaha membuat kobaran api semakin besar. Meskipun kecil dan tak berdaya, tindakan mereka seolah-olah menunjukkan keselarasan dengan kekuatan jahat yang ingin melenyapkan Nabi Ibrahim. Ekspresi mereka, jika bisa diinterpretasikan, mungkin adalah kegembiraan primitif atau naluri untuk memperparah keadaan.Di kejauhan, terpampang kerumunan besar orang-orang yang menyaksikan adegan luar biasa ini.
Wajah-wajah mereka dipenuhi dengan campuran emosi: ada ketegangan yang jelas, keheranan yang mendalam melihat Nabi Ibrahim yang tidak terbakar, dan ketakutan akan kekuatan api yang tak terkendali. Beberapa dari mereka menunjuk-nunjuk ke arah cicak-cicak kecil itu, mungkin dengan rasa jijik atau ketidakpercayaan atas apa yang mereka lihat, bahwa bahkan makhluk sekecil itu pun ‘turut campur’ dalam kejahatan. Seluruh adegan ini menciptakan kontras yang tajam antara keimanan yang teguh dan perlindungan ilahi Nabi Ibrahim, dengan niat buruk yang diwakili oleh api dan, secara simbolis, oleh tindakan cicak yang ‘membantu’ api.
Membahas cara mengusir cicak dalam Islam seringkali berfokus pada kebersihan dan doa. Namun, menjaga kebersihan rumah juga mencakup aspek lain, seperti mengetahui cara membasmi kelabang di kamar mandi yang efektif. Dengan begitu, kita bisa kembali menerapkan tips Islami untuk mengusir cicak demi kenyamanan hunian.
Pencegahan Cicak Datang Kembali dan Kebersihan Lingkungan Islami: Cara Mengusir Cicak Dalam Islam

Mencegah cicak datang kembali ke lingkungan rumah adalah langkah krusial setelah berhasil mengusirnya. Kunci utama dalam upaya pencegahan ini terletak pada pemahaman tentang apa yang menarik cicak ke suatu tempat dan bagaimana kita dapat menghilangkan daya tarik tersebut. Dalam konteks ajaran Islam, kebersihan bukan hanya sekadar tindakan fisik, melainkan sebuah nilai fundamental yang terintegrasi dengan iman dan praktik ibadah. Dengan menerapkan prinsip kebersihan yang menyeluruh, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang nyaman dan sehat bagi penghuni, tetapi juga secara efektif mencegah kehadiran hama seperti cicak.
Faktor Pemicu Kehadiran Cicak di Lingkungan Rumah
Cicak, seperti banyak hama lainnya, tertarik pada lingkungan yang menyediakan kebutuhan dasar mereka: makanan, air, dan tempat berlindung. Sisa makanan yang tercecer, remah-remah di lantai, atau makanan yang tidak tertutup rapat merupakan sumber daya pangan utama bagi mereka. Selain itu, serangga kecil seperti nyamuk atau lalat yang berkembang biak di lingkungan kotor juga menjadi santapan favorit cicak. Keberadaan genangan air, area lembap, serta celah-celah atau sudut-sudut yang jarang dijangkau untuk bersembunyi juga sangat disukai cicak sebagai habitat ideal.
Memahami faktor-faktor ini adalah langkah pertama untuk merancang strategi pencegahan yang efektif.
Kebersihan Lingkungan sebagai Fondasi Pencegahan dalam Islam, Cara mengusir cicak dalam islam
Islam sangat menekankan pentingnya kebersihan, baik kebersihan diri maupun lingkungan. Konsep
- thaharah* (kesucian) dan
- nazhafah* (kebersihan) bukan hanya tentang membersihkan diri dari hadas, tetapi juga mencakup menjaga kebersihan fisik dan spiritual. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar merupakan bagian integral dari ibadah dan manifestasi rasa syukur atas nikmat Allah. Lingkungan yang bersih dan terawat secara alami akan mengurangi daya tarik bagi hama, termasuk cicak. Ketika rumah bersih dari sisa makanan, tidak ada genangan air, dan tidak ada tempat tersembunyi yang kotor, cicak akan kesulitan menemukan sumber makanan dan tempat tinggal yang nyaman, sehingga mereka cenderung menjauh.
Langkah Preventif Harian dan Mingguan Menjaga Rumah Tetap Bersih
Untuk memastikan rumah tetap bersih dan bebas dari cicak secara berkelanjutan, diperlukan serangkaian tindakan preventif yang dilakukan secara rutin. Konsistensi dalam menjaga kebersihan adalah kunci, dan tindakan ini sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas harian atau mingguan. Dengan mengedepankan nilai-nilai kebersihan islami, kita tidak hanya mencegah hama, tetapi juga menciptakan suasana rumah yang lebih nyaman dan diberkahi.
- Membersihkan Sisa Makanan dan Minuman: Segera bersihkan remah-remah makanan atau tumpahan minuman setelah makan. Pastikan semua makanan disimpan dalam wadah tertutup rapat dan tidak ada yang dibiarkan terbuka di meja.
- Menjaga Kebersihan Dapur: Cuci piring kotor segera setelah digunakan dan bersihkan area dapur dari minyak atau sisa makanan setiap hari. Perhatikan sudut-sudut di bawah kompor atau lemari es yang sering luput dari perhatian.
- Mengelola Sampah dengan Baik: Buang sampah dapur setiap hari, terutama sampah basah atau sisa makanan. Gunakan tempat sampah tertutup dan pastikan area sekitar tempat sampah selalu bersih.
- Menjaga Kebersihan Kamar Mandi: Pastikan kamar mandi selalu kering dan tidak ada genangan air. Bersihkan wastafel dan lantai secara rutin untuk menghilangkan kelembapan yang disukai cicak.
- Menyapu dan Mengepel Lantai: Lakukan penyapuan dan pengepelan lantai secara rutin, setidaknya sekali sehari, untuk menghilangkan debu, kotoran, dan remah-remah makanan yang mungkin menarik cicak.
- Merawat Taman dan Area Luar Rumah: Pangkas tanaman yang terlalu rimbun di dekat jendela atau pintu, karena bisa menjadi jembatan bagi cicak masuk ke dalam rumah. Bersihkan tumpukan daun kering atau barang bekas di halaman.
- Menutup Celah dan Lubang: Periksa dinding, jendela, dan pintu untuk menemukan celah atau lubang kecil yang bisa menjadi jalur masuk cicak. Tutup celah-celah ini dengan dempul atau bahan penutup yang sesuai.
- Merapikan Barang-barang: Hindari menumpuk barang-barang yang tidak terpakai, karena tumpukan ini bisa menjadi tempat persembunyian yang ideal bagi cicak. Pastikan lemari dan gudang tertata rapi.
“Kebersihan adalah sebagian dari iman. Maka jagalah kebersihan diri dan lingkunganmu, karena di dalamnya terdapat kesehatan jiwa dan raga, serta ketenangan hati yang mendekatkanmu kepada ridha Ilahi.”
Ulasan Penutup

Dengan memahami cara mengusir cicak dalam Islam, umat Muslim kini memiliki panduan komprehensif yang tidak hanya efektif tetapi juga sesuai dengan prinsip-prinsip syariat. Pendekatan yang etis dalam mengelola keberadaan cicak, ditambah dengan komitmen terhadap kebersihan lingkungan, membuktikan bahwa menjaga kenyamanan rumah dapat berjalan seiring dengan ketaatan beragama. Semoga setiap langkah yang diambil untuk menciptakan lingkungan bersih dan bebas cicak menjadi bagian dari ibadah yang mendatangkan keberkahan.
Pertanyaan yang Kerap Ditanyakan
Apakah membunuh cicak itu dosa?
Dalam Islam, membunuh cicak diperbolehkan bahkan dianjurkan karena dianggap sebagai hewan fasik (pengganggu) dan ada hadis yang menganjurkan membunuhnya, terutama yang mengganggu atau membawa penyakit, dengan niat yang benar.
Apakah cicak najis?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa cicak tidak najis secara zatnya, namun kotorannya dianggap najis dan dapat membatalkan salat jika mengenai pakaian atau tempat salat.
Bagaimana hukumnya jika cicak jatuh ke makanan atau minuman?
Jika cicak jatuh ke makanan atau minuman dan mati di dalamnya, makanan/minuman tersebut menjadi najis dan tidak boleh dikonsumsi. Jika masih hidup dan langsung diangkat, makanan/minuman tersebut tetap suci.
Adakah doa khusus untuk mengusir cicak?
Tidak ada doa khusus yang diriwayatkan secara spesifik untuk mengusir cicak. Namun, dapat membaca doa perlindungan umum dari segala gangguan atau membaca ayat-ayat Al-Qur’an seperti Ayat Kursi untuk memohon perlindungan Allah.
Apakah ada pahala jika membunuh cicak?
Ya, terdapat hadis yang menyebutkan pahala bagi orang yang membunuh cicak (khususnya di zaman Nabi Ibrahim) dengan satu pukulan. Pahala akan berkurang jika dengan pukulan kedua atau ketiga.



